‘Nakal’, KPU Luwu Pecat Dua Ketua PPK dan Dua PPS
Diposting Oleh: admin | 29 July 2013 | 15:30 WITA
A- A+

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Luwu resmi mengeluarkan surat pemecatan secara tidak terhormat terhadap dua orang ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan dua orang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), Senin (29/07/13).

Samsul Alam, Divisi Tata sosialisasi dan informasi, KPU Luwu, saat ditemui luwuraya.com di ruang kerjanya membenarkan pemecatan tersebut, Syamsul menyebutkan surat pemecatannya secara tidak terhormat sudah diterbitkan dan segera ditembuskan ke masing-masing pihak yang bersangkutan.

“Ada empat orang yang kita pecat secara tidakĀ  terhormat. pemecatan ini kami lakukan karena empat orang jajaran KPU Luwu ini terbukti melakukan tindakan yang melenceng dari aturan, yakni menerbitkan surat pernyataan bahwa jumlah dukungan untuk Muhammad Arfah sebanyak 479 dukungan, padahal setelah kami cek di lapangan, ternyata hanya 120 dukungan,” kata Samsul Alam.

Lebih rinci Samsul menjelaskan, kekurangan dukungan untuk pasangan calon Bupati Luwu, Muhammad Arfah dan Ferry Sarirah sebanyak 278 dukungan.

“Nah kami menduga, PPS dan PPK di Larompong dan Bua sengaja menerbitkan surat pernyataan itu agar Muhammad Arfah dapat lolos sebagai calon bupati jalur perseorangan, jadi seolah-olah dukungan di Bua dan Larompong itu real,” ujarnya.

Setelah melakukan pleno, KPU Luwu memutuskan untuk memecat empat orang tersebut, mereka adalah, Arafat, Ketua PPK Kecamatan Bua, Arifin Sallomo, ketua PPK Kecamatan Larompong, Abbas, anggota PPS Desa Posi, dan Arifuddin Attas, anggota PPS Kelurahan Larompong.

“Kami tidak mau ada jajaran kami yang nakal dan bisa menciderai proses pemilukada ini,” ungkapnya.(*)

Haswadi

 

Dibaca: 484 Kali
Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Seluruh komentar akan melalui proses moderasi dan redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.