Duuh… 45 Calon Jamaah Haji di Lutra Terancam Batal Berangkat
Diposting Oleh: admin | 17 June 2013 | 15:47 WITA
A- A+

Dari 228 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Luwu Utara (Lutra) yang seharusnya diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah tahun 2013 ini, sebanyak 45 orang CJH bakal terancam batal berangkat.
Hal itu dikarenakan adanya pemotongan kuota 20 persen pada setiap kabupaten/kota dari Kementrian Agama wilayah Sulawesi Selatan. Pemotongan jatah kuota tersebut merupakan imbas kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memangkas kuota haji Indonesia 20 persen.

“Bila 20 persen pemotongan, sekitar 45 CJH di Kabupaten Luwu Utara yang akan diundur keberangkatannya ke tahun berikutnya. Padahal saat ini sebanyak 228 CJH yang telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan siap diberangkatkan tahun ini,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Depertemen Agama (Depag) Kabupaten Lutra,  ABD Khalik Siaman, Senin (17/6/13).

Menurutnya saat ini pihaknya sedang di Makassar untuk mengikuti petunjuk dari pihak Kanwil Kemenag Sulsel terkait penentuan 20 persen CJH yang akan dibatalkan keberangkatannya pada tahun ini.

“Sesuai apa yang disampaikan dari Makassar, kemungkinannya CJH yang batal diberangkatkan merupakan CJH dengan nomor urut terbawah. Selain itu ada pertimbangan-pertimbangan lainnya yang akan diperhatikan, misalnya faktor usia,” ujarnya.
Keseluruhan CJH, lanjut Khalik, yang tahun ini rencananya akan berangkat ke Tanah Suci Mekkah merupakan CJH yang mendaftar pada tahun 2009 lalu dan tercatat saat ini sekitar 2500 orang yang telah mendaftarkan diri.

“Saat ini ada sekitar 2500 orang yang telah mendaftarkan diri, sementara kuota setiap tahunnya untuk Lutra hanya bisa 228 orang yang berangkat. Jadi bila mendaftar di tahun ini, diperkirakan nanti sepuluh tahun akan datang baru bisa berangkat,” ungkapnya.(*)

Arief Abadi

Dibaca: 241 Kali
Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Seluruh komentar akan melalui proses moderasi dan redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.