Operasional Atlet Popda Asal Tana Toraja Dipersoalkan
Diposting Oleh: admin | 5 October 2012 | 22:25 WITA
A- A+

Kontingen Tana Toraja dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Antar Daerah (Popda) Sulsel walaupun pulang membawa Medali dan  mencetak prestasi yang  maksimal, namun keberangkatan kontingen Popda Tana Toraja  beberapa waktu lalu menyisakan cerita kurang sedap.

Pasalnya, ada dua cabang olahraga khusus untuk cabang olahraga basket, Taekwondo dan karate, para siswa berangkat ke Makassar dengan biaya sendiri, tanpa bantuan dari pemerintah atau sekolah mereka masing-masing.

Kondisi ini dikeluhkan oleh beberapa orang tua siswa yang anaknya berangkat , yang masuk dalam tim basket maupun karate. Salah satu orang tua siswa yang anaknya sekolah di SMP Negeri 1 Makale, Ranteallo, ketika berbincang –bincang dengan luwuraya.com di salah satu warung kopi tepatnya di depan kantor Golkar Tana Toraja sore tadi, Sabtu (3/3/12).

Menurutnya, putranya berangkat ke Makassar dan pulang dengan membawa prestasi besar. “Mereka-mereka ini kan  membawa nama daerah, bukan nama pribadi atau nama keluaga. Untuk itu, pemerintah daerah harus memberi perhatian serius akan hal ini, kasihan anak-anak, berangkat dengan biaya sendiri dan mereka harus mengurus semuanya sendiri, padahal mereka pergi membawa nama daerah,” sesal Ranteallo, yang juga salah satu PNS Tana Toraja ini.

Ketua harian KONI Tana Toraja, Laurel Andi Lolo, ketika dikonfirmasi berkaitan dengan keluhan ini, menyatakan hal itu hanya merupakan kewenangan Badan Pengurus Olahraga Siswa Indonesia (Bapopsi).

“Memang ada sedikit kekeliruan soal teknis keberangkatan anak-anak,beberapa waktu lalu, khusus yang berasal dari SMA Katolik Makale yang ikut olahraga Karate, karena pihak sekolah tidak menyediakan biaya olahraga untuk anak-anak atau siswanya padahal dari sekolah tersebut banyak yang ikut dalam kegiatan ini, akan tetapi bagi kami itu adalah  merupakan kewenangan Bapopsi dan Dinas Pendidikan,” ujar Laurel.

Akan tetapi, pihaknya mengapresiasi prestasi yang diraih atlet Tana Toraja yang membawa hasil gemilang di ajang Popda Sulsel. “Dari KONI, saya selaku Ketua Harian secara khusus memberikan Apresiasi bagi Anak-anak dengan tidak putus punya  semangat yang sangat luar biasa, yang pulang membawa Medali justru yang membayar dengan biaya sendiri,” ujarnya.

Ketua Kontingen Aris Parinding mengatakan pada saat rapat persiapan Popda, yang melibatkan seluruh kepala sekolah, semua pihak sudah sepakat bahwa biaya untuk keberangkatan siswa merupakan tanggung jawab sekolah asal masing-masing siswa.

Aris juga mengatakan bahwa biaya ekstrakulikuler yang dipungut di sekolah-sekolah bisa digunakan untuk kegiatan seperti ini.

“Pemerintah sama sekali tidak punya niat untuk tidak memperhatikan atlet (siswa) yang berangkat ke Popda. Kita sudah sepakat sebelumnya bahwa seluruh biaya siswa ditanggung sekolah asal,” jelas Aris.

Dia juga mengatakan, kekeliruan ini juga diakibatkan karena belum aktifnya pengurus Bapopsi Tana Toraja yang baru terpilih beberapa waktu lalu, tetapi belum dilantik. “Ini pengalaman, kita berharap ke depan ini tidak ada lagi masalah kalau Bapopsinya sudah bekerja secara efektif,” katanya. (lis/b)

Dibaca: 288 Kali
Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Seluruh komentar akan melalui proses moderasi dan redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.